Ketua DPRD Kukar Minta Perbaikan Jalan Sebelimbingan dan Jembatan Kliran Selesai Tahun Iini
KUKAR-Warga Kecamatan Kota Bangun, Kenohan, Kembang Janggut, dan Kecamatan Tabang kembali merasakan jalan berlumpur, di poros Kota Bangun-Kenohan tepatnya di Desa Sebelimbingan. Sejak akhir tahun 2017 hingga saat ini, warga yang melintas baik pengguna roda maupun roda empat atau lebih terus terkendala di jalan ‘bubur’ ini. Banyak kendaraan amblas dan tertahan berjam-jam.
Ironisnya, hingga kini baik pemkab hingga pihak perusahaan-perusahaan belum bisa memperbaiki jalan rusak berlumpur yang hanya sekitar 300 meter panjangnya ini.
Salehuddin, Ketua DPRD Kukar ditemui media ini kemarin mengungkapkan kekecewaannya kepada pemerintah daerah. "Saya ini bagian dari penyelenggara pemerintah di daerah, dalam setiap rapat saya sampaikan agar masalah ini (jalan sebelimbingan) dapat segera diselesaikan, tapi hal ini seakan di abaikan, "ujarnya.
DPRD menurut Salehudin sudah berapa kali rapat koordinasi, termasuk kemungkinan menggunakan dana tanggap darurat untuk perbaikan jembatan kliran 1 dan 2, tetapi hasilnya juga nihil. Terakhir bulan november tahun lalu melalui komisi 2 melakukan rapat koordinasi terkait kelanjutan jalan sebelimbingan karena masuk dalam skema MYC, hasilnya akan dilakukan kajian teknis dan hukum, "Tetapi hingga hari ini hasil tersebut tidak perna disampaikan ke DPRD. Yang mengajukan kegiatan MYC itu eksekutif dan disepakati bersama dengan DPRD, kalau mau dievaluasi atau di tarik, seharusnya ada penjelasan resmi, ujarnya lagi.
"Saya minta agar perbaikan jalan sebelimbingan dan jembatan kliran bisa selesai tahun ini. Tidak ada alasan karena ini sudah sangat darurat dan memprihatinkan,", ujar saleh dengan nada kecewa.
Diketahui, jalan ini sendiri sudah diperbaiki hingga tiga tahap. Tahap awal diperbaiki oleh perusahaan sekitar 2016 lalu. Tahap kedua, perusahaan kembali dilibatkan, namun kali ini difasilitasi anggota DPRD Kukar, H Salehudin periode Januari-Februari 2017 lalu.
Khusus perbaikan tahap kedua, kucuran dana tunai hingga ratusan juta plus bantuan materil dan alat dari perusahaan, juga tidak menyelesaikan jalan bubur ini menjadi lebih baik. Hanya sebentar saja diperbaiki, jalan tersebut kembali rusak.
Terakhir, sebelum pelaksanaan MTQ ke-39 di Kecamatan Kenohan pada Oktober lalu, jalan ini kembali diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar, perbaikan dilakukan seadanya dengan alat berat, hasilnya kembali rusak dan menjadi jalan bubur saat hujan.(awi/poskotakaltimnews.com)